Bahasa Indonesia sebagai Unsur Penting Pengembangan Hubungan Indonesia-Laos

Last Updated on 21 March 2017

Bahasa Indonesia sebagai Unsur Penting Pengembangan Hubungan Indonesia-Laos

Duta Besar RI, Irmawan Emir Wisnandar, secara resmi telah membuka penyelenggaraan kursus Bahasa Indonesia Angkatan ke-8 Tahun 2017 di Vientiane pada Jumat 17 Maret 2017. Lebih dari 100 orang yang terdiri dari peserta kursus, perwakilan instansi terkait di Laos dan masyarakat Indonesia memadati tempat penyelenggaraan acara.

IMG 9523Dalam sambutannya, Dubes RI menyampaikan bahwa penyelenggaraan kursus Bahasa Indonesia sejak tahun 2010 tersebut berangkat dari pemahaman bahwa bahasa merupakan unsur penting dalam pengembangan hubungan antar kedua negara, khususnya dalam semakin memperkenalkan kekayaan budaya dan bahasa Indonesia kepada masyarakat Laos. Diharapkan olehnya agar para peserta kursus dapat terus semangat mempelajari Bahasa Indonesia dan menjadi bagian dari Friends of Indonesia.

Dubes RI lebih lanjut menyampaikan bahwa guna mewarnai hubungan bilateral 60 tahun RI-Laos yang jatuh pada tahun 2017 ini, KBRI Vientiane juga akan melaksanakan sejumlah kegiatan yang melibatkan para alumni kursus dan Friends of Indonesia yang hingga saat ini telah mencapai lebih dari 300 orang. Hal tersebut merupakan perwujudan fungsi KBRI Vientiane sebagai penghubung masyarakat Indonesia dan Laos, dan DAN sebagai upaya untuk terus menjalin tali komunikasi dengan para alumni dan Friends of Indonesia.

Diwarnai dengan penampilan kesenian Tari Tor Tor dan Tari Bali oleh masyarakat Indonesia di Laos, para peserta kursus bahasa yang memiliki aneka ragam latar belakang (pegawai pemerintah, pegawai swasta, kalangan militer, pelajar dan masyarakat umum) tersebut menunjukkan besarnya rasa antusias untuk mempelajari Bahasa Indonesia.

Kursus Bahasa Indonesia Angkatan ke-8 akan berlangsung selama 8 bulan (Maret-Oktober 2017) dan dilaksanakan dua kali dalam seminggu. Untuk tahun ini, terdapat 2 tingkat pembelajaran, yaitu Dasar dan Lanjutan. Mulai tahun 2016, KBRI Vientiane bekerjasama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbud RI guna mengirimkan pengiriman guru dari Indonesia, selain mendayagunakan tenaga pengajar dari WNI yang fasih berbahasa Laos dan WN Laos yang fasih berbahasa Indonesia.

Youtube Channel