ASEAN PLUS MUSIC AND CULINARY FESTIVAL: PROMOSI BUDAYA INDONESIA DAN ASEAN PLUS DI VIENTIANE, LAOS

Last Updated on 23 November 2016

ASEAN PLUS MUSIC AND CULINARY FESTIVAL:

PROMOSI BUDAYA INDONESIA DAN ASEAN PLUS DI VIENTIANE, LAOS

ASEAN1

KBRI Vientiane bekerjasama dengan Kementerian Informasi, Budaya dan Pariwisata Laos telah melaksanakan kegiatan promosi budaya musik dan kuliner bertajuk ASEAN Plus Music and Culinary Festivaltanggal 12-13 November 2016 di lapangan parkir Mall Lao-ITECC, Vientiane. Kegiatan bertujuan untuk memperkenalkan dan mempromosikan keanekaragaman budaya musik dan kuliner dari Indonesia serta negara anggota ASEAN dan mitra wicaranya, dengan memanfaatkan momentum keketuaan Laos di ASEAN tahun 2016. Selain Indonesia sebagai inisiator, acara juga diikuti oleh Filipina, Laos, Malaysia, Vietnam, RRT, Amerika Serikat, Uni Eropa, Australia, Rusia, India dan Korea Selatan.

Indonesia mendatangkan musisi Andra and the Backbone, Rebelsuns dan penyanyi dangdut Oza Kioza serta Master Chef Dwito Satmoko, Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPPMI) dan Es Teler 77. Sejumlah kantor media nasional, yaitu Antara, Metro TV dan Detik.com juga berpartisipasi pada kegiatan dimaksud.

ASEAN2Kegiatan dibuka oleh penampilan tarian tradisional Laos “Sieng Gong Salong Xai/Gong Dance” yang dibawakan oleh sekelompok penari dari Kementerian Informasi, Budaya dan Pariwisata Laos. Selanjutnya, Duta Besar RI dalam sambutan pembukaan acara, menyampaikan bahwa Indonesia, yang selama ini telah menjalin hubungan baik dengan Laos, berinisiatif untuk menyelenggarakan acara ini mempromosikan budaya musik dan kuliner yang ada di ASEAN dan mitra wicaranya dengan memanfaatkan momentum keketuaan Laos di ASEAN tahun 2016.

ASEAN4Dubes RI lebih lanjut menyatakan bahwa terdapat sejumlah sasaran yang ingin dicapai melalui kegiatan ini, antara lain: Pertama, mendorong pertukaran budaya dan komunikasi interaktif antara negara peserta dan masyarakat Laos. Kedua, mempererat hubungan antara perwakilan negara ASEAN dan mitra wicaranya di Laos dengan masyarakat luas. Dan ketiga, sebagai upaya memperkenalkan keanekaragaman budaya musik dan kuliner dari berbagai negara, termasuk Indonesia, kepada masyarakat Vientiane. Dubes RI menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu kelancaran kegiatan, antara lain perwakilan dari 11 negara ASEAN dan mitra wicaranya, Kementerian Informasi Budaya dan Pariwisata serta Kementerian Luar Negeri Laos.

Seluruh musisi Indonesia yang tampil mengisi acara mendapatkan sambutan meriah, tidak hanya dari diaspora Indonesia di Laos namun juga dari pengunjung lainnya yang berasal dari berbagai negara. 3 musisi tersebut, Andra and the Backbone, Rebelsuns dan Oza Kioza mampu menghangatkan acara dan menjalin komunikasi interaktif dengan penonton melalui berbagai lagu yang dipertunjukkan. Oza Kioza secara khusus berkolaborasi dengan musisi Vietnam dan India untuk menyanyikan lagu yang sangat populer di Laos, Yen Sabay. Hal tersebut mendapat perhatian dan apresiasi yang luar biasa dari penonton yang memadati lokasi kegiatan. 

ASEAN7Sementara itu, penampilan artis internasional lainnya, terutama Christian Bautista dari Filipina, mendapatkan sambutan yang sangat meriah. Tampil dengan minus one, Christian membawakan lima buah lagu Inggris dan satu lagu dengan Bahasa Tagalog untuk menghibur komunitas Filipina yang berada di Vientiane.

Dari sisi kuliner, booth Indonesia yang menyajikan nasi padang lengkap, sate buntel, sate padang, gulai kambing, dan es teler menjadi pusat perhatian pengunjung. Master Chef Dwito Satmoko dan wakil Es Teler 77 mampu mendemokan kemampuan mereka dalam mengolah dan menyajikan makanan-makanan khas Indonesia. Terlihat adanya keingintahuan dari pengunjung yang menanyakan mengenai nama makanan, asal daerah, maupun bahan-bahan yang digunakan untuk membuat masakan tersebut. Selain itu, booth GAPMMI yang menjadikan kegiatan ini sebagai upaya test the water untuk mengetahui minat pasar di Laos, memperoleh perhatian besar dari pengunjung yang ingin membeli produk-produk yang ditampilkan. 

Sebagai informasi, booth dari Asosiasi Travel Indonesia (ASITA) yang pada saat yang bersamaan juga mengikuti ThatLuang Exhibition di Lao-ITECC mendapat banyak inquiry kerja sama dari partner setempat perihal pariwisata Indonesia. Destinasi wisata seperti Bali, Yogyakarta, dan Lombok menjadi daerah yang paling banyak ditanyakan.

Penyelenggaraan kegiatan ini mendapat antusiasme yang tinggi dari masyarakat Laos, mulai dari sesi pembukaan hingga penutupan lebih dari 1.500 orang pengunjung memadati lokasi pertunjukan musik dan tenda-tenda sajian kuliner yang tersedia. Dari sejumlah komunikasi kami dengan pengunjung, sebagian besar menyatakan sangat menikmati keanekaragaman pertunjukan budaya musik dan kuliner yang tersaji.

ASEAN9ASEAN10   

 

Kesuksesan Indonesia dalam menyelenggarakan ASEAN Plus Music and Culinary Festival ini mendapat respon positif dari negara peserta, artis dan chef yang mengisi kegiatan. Terkait hal ini, pihak Kedutaan Besar Filipina di Vientiane telah menunjukkan minat untuk menyelenggarakan kegiatan serupa tahun depan, guna mendukung keketuaan negara tersebut di ASEAN tahun 2017.

ASEAN4ASEAN5   
 ASEAN6ASEAN8  
Youtube Channel